Bunga mawar tangkai berduri
Laris manis pedang cendol
Aku tersenyum malu sekali
Ingat dulu suka mengompol
Sabtu, 13 Maret 2010
Dimana Kuang Hendak Bertelur
Dimana kuang hendak bertelur
Diatas lata dirongga batu
Dimana tuan hendak tidur
Diatas dada dirongga susu
Elok berjalan kota tua
Kiri kanan berbatang sepat
Elok berbini orang tua
Perut kenyang ajaran dapat
Sakit kaki ditikam jeruju
Jeruju ada didalam paya
Sakit hati memandang susu
Susu ada dalam kebaya
Naik kebukit membeli lada
Lada sebiji dibelah tujuh
Apanya sakit berbini janda
Anak tiri boleh disuruh
Orang Sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya
Jalan-jalan ke rawa-rawa
Jika capai duduk di pohon palm
Geli hati menahan tawa
Melihat katak memakai helm
Limau purut di tepi rawa,
buah dilanting belum masak
Sakit perut sebab tertawa,
melihat kucing duduk berbedak
Diatas lata dirongga batu
Dimana tuan hendak tidur
Diatas dada dirongga susu
Elok berjalan kota tua
Kiri kanan berbatang sepat
Elok berbini orang tua
Perut kenyang ajaran dapat
Sakit kaki ditikam jeruju
Jeruju ada didalam paya
Sakit hati memandang susu
Susu ada dalam kebaya
Naik kebukit membeli lada
Lada sebiji dibelah tujuh
Apanya sakit berbini janda
Anak tiri boleh disuruh
Orang Sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya
Jalan-jalan ke rawa-rawa
Jika capai duduk di pohon palm
Geli hati menahan tawa
Melihat katak memakai helm
Limau purut di tepi rawa,
buah dilanting belum masak
Sakit perut sebab tertawa,
melihat kucing duduk berbedak
Label:
Pantun Jenaka
Dosen yang juga menjadi Pejabat
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang :
Tono : "Saya heran dosen ilmu politik, kalau ngajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri."
Udin : "Ah, gitu aja diperhatiin sih Ton."
Tono : "Ya, Udin tahu ngak sebabnya."
Udin : "Barangkali aja, cape, atau kakinya gak kuat berdiri."
Tono : "Bukan itu sebabnya Din, sebab dia juga seorang pejabat."
Udin : "Loh, apa hubungannya?!!"
Tono : "Ya kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain."
Udin : "???"
Tono : "Saya heran dosen ilmu politik, kalau ngajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri."
Udin : "Ah, gitu aja diperhatiin sih Ton."
Tono : "Ya, Udin tahu ngak sebabnya."
Udin : "Barangkali aja, cape, atau kakinya gak kuat berdiri."
Tono : "Bukan itu sebabnya Din, sebab dia juga seorang pejabat."
Udin : "Loh, apa hubungannya?!!"
Tono : "Ya kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain."
Udin : "???"
Label:
CERITA HUMOR
Hobi Mengupil
Budi sudah sering kali melihat Jono melakukan hobinya yang selalu tidak ketinggalan yaitu hobi mengupil. Pada suatu hari, akhirnya rasa penasaran si Budi ini dilontarkan kepada temannya yang saat itu sedang mengupil.
Budi : "Wooi... ngapain sih kok seneng banget ngupil ?"
Jono : (berlagak cuek kemudian seperti mendapatkan sesuatu dari dalam lubang hidungnya)
Budi : "Iihh.. jorok banget...pake diputer-puter segala lagi"
Orang yang sudah penasaran, ditambah lagi lebih penasaran saat melihat Jono sedang muter-muter hasil galiannya.
Budi : "Kenapa sih, kok pake diputer-puter ?"
Jono : "Habisnya... susah banget kalo dibikin kotak-kotak..."
Budi : "Wooi... ngapain sih kok seneng banget ngupil ?"
Jono : (berlagak cuek kemudian seperti mendapatkan sesuatu dari dalam lubang hidungnya)
Budi : "Iihh.. jorok banget...pake diputer-puter segala lagi"
Orang yang sudah penasaran, ditambah lagi lebih penasaran saat melihat Jono sedang muter-muter hasil galiannya.
Budi : "Kenapa sih, kok pake diputer-puter ?"
Jono : "Habisnya... susah banget kalo dibikin kotak-kotak..."
Label:
CERITA HUMOR
Menyukai angka 12
igit seorang cowok yang ganteng, putih, cakep, bertubuh kekar, atletis, pinter, berbibir mekar. Ia penganut aliran kepercayaan 12. Baginya tak ada sesuatu yang istimewa kalau tak di kaitkan angka tersebut. Maka menjelang 12 Desember, ia mencoba mencari pacar.
Persyaratannya adalah : "Calon pendampingnya itu mesti berhubungan dengan angka 12. Misalnya : jumlah huruf dalam nama si cewek harus 12 huruf, jumlah calon ditetapkan pun mesti 12 orang, rata-rata rambutnya 12 centimeter di bawah pundak, nomer rumahnya harus bernomor 12, tanggal lahirnya juga tanggal 12, dan sebagainya yang pokoknya semua harus ada hubungannya dengan angka 12."
Dari keempat belas cewek tersebut terpilihlah Munah. Sigit memang belum pernah ketemu Munah, tapi ia merasa cocok dengan cewek itu, karena di surat lamarannya Munah mengaku bernama Munah Romunah (12 huruf), hobinya surat menyurat, setiap surat di tulis 12 baris kalimat, tiap kalimat 12 kata. Munah mengaku berkaca mata minus 12, memakai bra nomer 12, celana dalam nomer 12, Munah mengaku anak ke 12 dari 12 bersaudara, lahir tanggal 12 bulan ke 12.
Suatu hari, Sigit dan Munah berjanji untuk bertemu. Hari itu pas tanggal 12, untuk pertama kalinya mereka bertemu.
"Assalammualaikum..." Sapa suara di luar rumah. Lembut tapi sensual.
Sigit buru-buru membuka pintu. Dia celingukan kebingungan.
"Assalammualaikum..." suara itu terdengar lagi. Sigit makin celingukan. Mencari ke mana-mana.
"Hei, aku di sini!"
Sigit menoleh : "Busyet!"
Ternyata Munah diantar oleh 12 orang pacarnya.
Persyaratannya adalah : "Calon pendampingnya itu mesti berhubungan dengan angka 12. Misalnya : jumlah huruf dalam nama si cewek harus 12 huruf, jumlah calon ditetapkan pun mesti 12 orang, rata-rata rambutnya 12 centimeter di bawah pundak, nomer rumahnya harus bernomor 12, tanggal lahirnya juga tanggal 12, dan sebagainya yang pokoknya semua harus ada hubungannya dengan angka 12."
Dari keempat belas cewek tersebut terpilihlah Munah. Sigit memang belum pernah ketemu Munah, tapi ia merasa cocok dengan cewek itu, karena di surat lamarannya Munah mengaku bernama Munah Romunah (12 huruf), hobinya surat menyurat, setiap surat di tulis 12 baris kalimat, tiap kalimat 12 kata. Munah mengaku berkaca mata minus 12, memakai bra nomer 12, celana dalam nomer 12, Munah mengaku anak ke 12 dari 12 bersaudara, lahir tanggal 12 bulan ke 12.
Suatu hari, Sigit dan Munah berjanji untuk bertemu. Hari itu pas tanggal 12, untuk pertama kalinya mereka bertemu.
"Assalammualaikum..." Sapa suara di luar rumah. Lembut tapi sensual.
Sigit buru-buru membuka pintu. Dia celingukan kebingungan.
"Assalammualaikum..." suara itu terdengar lagi. Sigit makin celingukan. Mencari ke mana-mana.
"Hei, aku di sini!"
Sigit menoleh : "Busyet!"
Ternyata Munah diantar oleh 12 orang pacarnya.
Label:
CERITA HUMOR
Ajakan untuk ikut Korupsi
Suatu hari, Joni bertamu ke rumah Rahmat sahabatnya sejak dari SMA. Perawakan Rahmat masih cungkring kurus kering seperti dulu waktu SMA. Sedangkan Joni sendiri sudah menjadi gemuk dalam urusan perut, pertanda bahwa sudah sukses dalam pekerjaannya.
Joni : "Gimana kabarmu, Mat?"
Rahmat : "Ya tetep begini-begini aja. Seperti yang kamu lihat ini..."
Joni : "Lha gimana sih? Harusnya itu kalau kerja yang serius!! supaya bisa dapet uang banyak!!"
Rahmat : "Sebenernya kalau masalah kerja, aku udah serius, tapi apa daya, aku masih tetapp kekurangan. Istriku juga masih sering ngomel..."
Joni : "Jaman sekarang itu kalau kerja jujur itu gak bakal dapt apa-apa!! Gak bakal bisa nyukupin kebutuhan sehari harimu!"
Rahmat : "Maksudnya?"
Joni : "Begini, aku beri tahu rahasianya ya? Contonya aku, kerjaanku cuman kecil-kecilan di kantor, tapi gimana caranya supaya aku bisa dapat uang tambahan buat ngecukupin kebutuhan sehari hari. Maka dari itu, hidupku skeluarga bisa kecukupan. Gak kayak kamu."
Rahmat : "Emang caranya gimana, Jon?! Aku ajarin donk supaya bisa makmur kaya kamu sekarang. Kalau aku cuma berharap dari bosku sekarang juga gak mungkin cukup!!"
Joni : "Caranya gampang banget, Mat. KORUPSI. Coba dulu, kecil-kecilan saja. Kecil-kecilan supaya tidak ketahuan."
Rahmat : "KORUPSI??!!! Gila kamu??!!"
Joni : "Iya! kaya yang di TV itu lho. Orang-orang kelas atas kan korupsinya gede-gede tuh. Nah, kita-kita yang kecilan saja. Kalau aku biarpun kecil, tapi bisa nyukupin kebutuhan sekeluarga... Ayo, kamu mesti bisa kok. Inget lagi kebutuhanmu yang jauh dari kata 'terpenuhi'..."
Rahmat : "Bentar dulu, Jon. Sebenarnya aku setuju dengan usulmu yang satu ini. Tapi masalahnya, aku gak bakal bisa deh kalo mau korupsi di tempat kerjaan..."
Joni : "Koq bisa?! ada apa gerangan??! Emang pengawasan di kantormu ketat?? Udah ada yang ketahuan korupsi?? ato diawasin sama KPK??"
Rahmat : "Bukan masalah itu..."
Joni : "Terus?? Masalah apa lagi yang kamu pusingin??"
Rahmat : "Aku ini kerjaanya ikut orang, jasa sedot tinja. Nah kalo begitu, apaan yang mau dikorupsi??!! Tiap hari ane ngubek-ubek tinja orang."
Joni : "???"
Joni : "Gimana kabarmu, Mat?"
Rahmat : "Ya tetep begini-begini aja. Seperti yang kamu lihat ini..."
Joni : "Lha gimana sih? Harusnya itu kalau kerja yang serius!! supaya bisa dapet uang banyak!!"
Rahmat : "Sebenernya kalau masalah kerja, aku udah serius, tapi apa daya, aku masih tetapp kekurangan. Istriku juga masih sering ngomel..."
Joni : "Jaman sekarang itu kalau kerja jujur itu gak bakal dapt apa-apa!! Gak bakal bisa nyukupin kebutuhan sehari harimu!"
Rahmat : "Maksudnya?"
Joni : "Begini, aku beri tahu rahasianya ya? Contonya aku, kerjaanku cuman kecil-kecilan di kantor, tapi gimana caranya supaya aku bisa dapat uang tambahan buat ngecukupin kebutuhan sehari hari. Maka dari itu, hidupku skeluarga bisa kecukupan. Gak kayak kamu."
Rahmat : "Emang caranya gimana, Jon?! Aku ajarin donk supaya bisa makmur kaya kamu sekarang. Kalau aku cuma berharap dari bosku sekarang juga gak mungkin cukup!!"
Joni : "Caranya gampang banget, Mat. KORUPSI. Coba dulu, kecil-kecilan saja. Kecil-kecilan supaya tidak ketahuan."
Rahmat : "KORUPSI??!!! Gila kamu??!!"
Joni : "Iya! kaya yang di TV itu lho. Orang-orang kelas atas kan korupsinya gede-gede tuh. Nah, kita-kita yang kecilan saja. Kalau aku biarpun kecil, tapi bisa nyukupin kebutuhan sekeluarga... Ayo, kamu mesti bisa kok. Inget lagi kebutuhanmu yang jauh dari kata 'terpenuhi'..."
Rahmat : "Bentar dulu, Jon. Sebenarnya aku setuju dengan usulmu yang satu ini. Tapi masalahnya, aku gak bakal bisa deh kalo mau korupsi di tempat kerjaan..."
Joni : "Koq bisa?! ada apa gerangan??! Emang pengawasan di kantormu ketat?? Udah ada yang ketahuan korupsi?? ato diawasin sama KPK??"
Rahmat : "Bukan masalah itu..."
Joni : "Terus?? Masalah apa lagi yang kamu pusingin??"
Rahmat : "Aku ini kerjaanya ikut orang, jasa sedot tinja. Nah kalo begitu, apaan yang mau dikorupsi??!! Tiap hari ane ngubek-ubek tinja orang."
Joni : "???"
Label:
CERITA HUMOR
Pertama kali di operasi
Seorang pasien yang akan dioperasi terbaring dengan muka pucat pasi diranjang operasi, dokter bedah muda itu menyapanya dengan ramah:
"Engkau kelihatan takut sekali, jangan khawatir kok, segala sesuatunya akan berjalan dengan aman, baik dan lancar, jadi tabahkan hatimu..."
"Bagaimana tidak takut dokter, seumur hidupku,inilah untuk pertama kalinya aku dioperasi."
"Sama-sama, saya juga untuk pertama kalinya mengoperasi pasien, sedangkan saya sama sekali tidak merasa takut lhooo..."
"Engkau kelihatan takut sekali, jangan khawatir kok, segala sesuatunya akan berjalan dengan aman, baik dan lancar, jadi tabahkan hatimu..."
"Bagaimana tidak takut dokter, seumur hidupku,inilah untuk pertama kalinya aku dioperasi."
"Sama-sama, saya juga untuk pertama kalinya mengoperasi pasien, sedangkan saya sama sekali tidak merasa takut lhooo..."
Label:
CERITA HUMOR
Langganan:
Postingan (Atom)


